Kamis, 10 Januari 2013

The Grandmother was crossing the bridge





Bridges "SESEK" liaison between the districts of Bantul and Kulon Progo, with a width of approximately 1.5 meters and a length of about 100 meters into the road - the only link between the two districts. Every day there is always a change of guard schedule, ie every 4 hours in turn. Maintenance of the bridge is considered by every guard. Every 1 hour if there is a shift bamboo to the right or left. Additionally da rope on the bridge when there are broken immediately replaced independently. The density of traffic on the bridge occurred during morning and evening.



 
picture by Fahmi Widayat. Tampak seorang nenek sedang melewati jembatan sesek penghubung kabupaten Bantul dan Kulon progo

Jembatan “ SESEK “  penghubung antara kabupaten Bantul dan Kulon progo, dengan lebar kurang lebih 1,5 meter dan panjangnya sekitar 100 meter ini menjadi jalan satu – satunya penghubung antar dua kabupaten tersebut. Setiap hari selalu ada jadwal pergantian jaga,yaitu setiap 4 jam sekali secara bergiliran. Pemeliharaan jembatan sangat diperhatikan oleh setiap petugas jaga. Setiap 1 jam apakah ada bambu yang bergeser ke kanan atau ke kiri. Selain itu tali yang da di jembatan tersebut ketika ada yang putus langsung diganti secara swadaya. Kepadatan lalu lintas di jembatan ini terjadi saat pagi dan sore hari.